Berita Terbaru
Loading...
Kamis, 27 Desember 2012

Olahraga Karate di Indonesia

Olahraga Karate di Indonesia

Olahraga Karate di Indonesia

Karate mulai memasuki Indonesia dibawa oleh Mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang kembali ke Indonesia yang telah selesai menuntaskan pendidikannya di negara jepang. Pada tahun 1963 para mahasiswa yang bernama Baud AD Adikusumo, Karianto Djojonegoro, Mochtar Ruskan dan Ottoman Noh mendirikan Dojo di Jakarta. Mereka mulai memperkenalkan beladiri karate (aliran Shoto-kan) di Indonesia, kemudian para mahasiswa ini mulai membentuk wadah yang mereka namakan Persatuan Olahraga Karate Indonesia (PORKI), PORKI mulai resmi berdiri pada tanggal 10 Maret 1964 bertempat di Jakarta.

Kemudian beberapa tahun kemudian datang lagi beberapa Mahasiswa Indonesia dari Jepang seperti Anton Lesiangi, Setyo Haryono (pendiri Gojukai), Chairul Taman dan  Sabeth Muchsin yang ikut serta mengembangkan beladiri karate di indonesia. Disamping beberapa Mahasiswa tersebut, orang Jepang juga ada yang datang ke Indonesia dalam rangka usaha telah pula ikut memberikan warna bagi perkembangan beladiri karate di Tanah air. Mereka-mereka ini antara lain: Ishi (Gojuryu-1969), Matsusaki (Kushinryu-1966), Oyama (Kyokushinkai-1967), Hayashi (Shitoryu-1971).

Beladiri Karate ternyata mengalami perkembangan yang besar dan mempunyai banyak penggemar di Indonesia, hal itu bisa dilihat dari munculnya berbagai macam organisasi (Pengurus) karate, dengan beraneka ragam aliran yang dianut oleh masing-masing pendiri perguruan. Semakin banyaknya perguruan karate yang tumbuh di Indonesia dan berbagai aliran menyebabkan terjadinya ketidak cocokan diantara para tokoh tersebut, hal tersebut menimbulkan perpecahan di dalam tubuh PORKI. Namun akhirnya muncul kesepakatan dari para tokoh karate untuk kembali bersatu dalam upaya mengembangkan karate di Indonesia sehingga pada tahun 1972 hasil Kongres ke IV PORKI, terbentuklah satu wadah organisasi karate yang diberi nama Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI).

FORKI  semenjak berdiri telah dipimpin oleh enam orang Ketua Umum. Mereka yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal (Umum) FORKI sejak tahun 1972 yaitu sebagai berikut :
Periode/Masa Bakti Ketua Umum Sekretaris Jenderal/Umum Keterangan
1972 – 1977 Widjojo Suyono Otoman Nuh Kongres IV PORKI/FORKI 1972 di Jakarta
1977 – 1980 S u m a d i Rustam Ibrahim Kongres V FORKI 1977 di Jakarta
1980 – 1984 Subhan Djajaatmadja G.A. Pesik Kongres VI FORKI 1980 di Jakarta
1984 – 1988 R u d i n i Adam Saleh Kongres VII FORKI 1984 di Bandar Lampung
1988 – 1992 R u d i n i G.A. Pesik Kongres VIII FORKI 1988 di Jakarta
1992 – 1996 R u d i n i G.A. Pesik Kongres IX 1992 di Jakarta (Diperpanjang sd 1997)
1997 – 2001 W i r a n t o Drs. Hendardji -S,SH. Kongres X FORKI 1997 di Caringin Bogor Jawa Barat
2001 – 2005 Luhut B. Pandjaitan, MPA. Drs. Hendardji -S,SH. Konres XI FORKI 2001 di Jakarta
2005 – 2009 Luhut B. Pandjaitan, MPA. Drs. Hendardji -S,SH. Kongres XII FORKI 2005 di Jakarta

foto.okezone.com

0 komentar:

Posting Komentar